Senin, 16 Oktober 2017

Gerakan Literasi Sekolah (GLS)

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah (guru, peserta didik, orang tua/wali murid) dan masyarakat, sebagai bagian dari ekosistem pendidikan.

GLS memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah “Kegiatan 15 Menit Membaca Buku Nonpelajaran Sebelum Waktu Belajar Dimulai”.

Kegiatan rutin ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik / siswa serta dalam rangka meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik.

Sebagai pedoman bagi seluruh satuan pendidikan dasar maupun pendidikan menengah, berikut links download selengkapnya Buku Panduan Gerakan Literasi di Sekolah SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB selengkapnya, silahkan klik pada links berikut ini :

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah SD silakan unduh di SINI !

Minggu, 03 September 2017

Cara Praktis Mengubah Ukuran Dimensi Pixel Gambar Kurang Dari 10 Detik


Anda memiliki file gambar maupun foto yang berkualitas tinggi, hingga dimensi pixelnya sampai ribuan kali ribuan pixel? Ada kalanya Anda membutuhkan file gambar tersebut, untuk suatu keperluan, ntah itu mau dipasang pada slide presentasi, postingan blog, pas photo, dan sebagainya, namun ukuran pixel file tersebut terlalu besar. Pingin dikecilin. Misal, dari yang tadi ukurannya 2514 x 3204 pixels agar menjadi cuman 250 x 250 pixels. Biasanya, orang-orang akan menggunakan Photoshop, Photoscape, dan lain-lain, untuk melakukan cropping ataupun membuat file baru. 

Senin, 21 Agustus 2017

PENULISAN SOAL HIGHER ORDER OF THINKING SKILL (HOTS)


A. PENGERTIAN HIGHER ORDER OF THINKING SKILL (HOTS)
    Higher Order of Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kurikulum 2013 juga menuntut materi pembelajarannya sampai metakognitif yang mensyaratkan peserta didik mampu untuk memprediksi, mendesain, dan memperkirakan. Sejalan dengan itu ranah dari HOTS yaitu analisis yang merupakan kemampuan berpikir dalam menspesifikasi aspek-aspek/elemen dari sebuah konteks tertentu; evaluasi merupakan kemampuan berpikir dalam mengambil keputusan berdasarkan fakta/informasi; dan mengkreasi merupakan kemampuan berpikir dalam membangun gagasan/ide-ide. Kemampuan-kemampuan ini merupakan kemampuan berpikir level atas pada taksonomi Bloom yang terbaru hasil revisi oleh Anderson dan Krathwohl seperti pada gambar di bawah ini.
    Latar belakang digalakkannya pengembangan butir soal HOTS ini adalah rendahnya kemampuan peserta didik Indonesia dalam survey yang dilaksanakan oleh benchmarking internasional seperti PISA dan TIMSS. Belajar berpikir kritis tidak langsung seperti belajar tentang materi, tetapi belajar bagaimana cara berpikir kritis dalam penggunaanya untuk memecahkan masalah saling berkaitan satu sama lain. Keterampilan berpikir peserta didik dapat dilatihkan melalui kegiatan dimana peserta didik diberikan suatu masalah dalam hal ini masalah berbentuk soal yang bervariasi (Prayugo 2012).


Panduan Penyusunan RPP Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2017

    

             Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan.
           Berdasarkan lampiran pada Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 Komponen RPP terdiri atas:

1.    Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
2.    Identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
3.    Kkelas/semester;
4.    Materi pokok;
5.    Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
6.    Tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
7.    Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
8.    Materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi;
9.    Metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai;
10.    Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran;
11.    Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
12.    Langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan
13.    Penilaian hasil pembelajaran
    Revisi Kurikulum 2013 pada tahun 2016 adalah pada komponen Proses revisi tersebut yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).


 Lebih lengkap silakan download di SINI !

PANDUAN PENYUSUSAN RPP ABAD 21 REVISI TAHUN 2017

Dokumen Lain :
1. COVER RPP PENDAMPINGAN K13 2017
2. Format Telaah RPP. REV
3. Format Pengamatan Praktik Pelaks. Pembelajaran dan Penilaian .REV

Panduan Penilaian Kurikulum 2013 Revisi 2016 Untuk SD

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud telah mengirimkan dokumen Panduan Penilaian di Sekolah Dasar (SD) Edisi Revisi tahun 2016. Pedoman ini menggantikan Panduan Penilaian yang diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah pada Desember 2015.

Panduan Penilaian Edisi Revisi ini mengakomodasi beberapa hal, antara lain:

1). Perkembangan kebijakan dalam bidang pendidikan, khususnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 53 tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menegah dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian

2). Hasil pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kurikulum 2013 di sekolah pelaksana; dan

3). Masukan dari berbagai pihak dalam proses revisi dan uji coba dokumen Panduan Penilaian.

Dokumen Panduan Penilaian Edisi Revisi dapat dipergunakan sebagai acuan pelaksanaan proses penilaian mulai semester genap tahun ajaran 2016/2017.

KATA KERJA OPERASIONAL (KKO) EDISI REVISI TEORI BLOOM





          Taksonomi Bloom merujuk pada taksonomi yang dibuat untuk tujuan pendidikan. Taksonomi ini pertama kali disoleh Benjamin S. Bloom pada tahun 1956. Dalam hal ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain (ranah, kawasan) dan setiap domain tersebut dibagi kembali ke dalam pembagian yang lebih rinci berdasarkan hierarkinya.usun

KONSEP ABCD PERUMUSAN TUJUAN PEMBELAJARAN


      Meski para ahli memberikan rumusan tujuan pembelajaran yang beragam, tetapi semuanya menunjuk pada esensi yang sama, bahwa: (1) tujuan pembelajaran adalah tercapainya perubahan perilaku atau kompetensi pada siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran; (2) tujuan dirumuskan dalam bentuk pernyataan atau deskripsi yang spesifik.
Yang menarik untuk digaris bawahi yaitu dari pemikiran Kemp dan David E. Kapel bahwa perumusan tujuan pembelajaran harus diwujudkan dalam bentuk tertulis. Hal ini mengandung implikasi bahwa setiap perencanaan pembelajaran seyogyanya dibuat secara tertulis (written plan).

1. Audience.         
          
          Secara verbal, audience diartikan sebagai pendengar, peserta. Dalam konteks pembelajaran yang dimaksud audience adalah peserta didik  Audience adalah objek yang "dikenai" sasaran proses belajar mengajar, audience juga sebagai "pelaku" dalam pembelajaran. Dalam merumuskan tujuan pembelajaran harus nampak bagaimana aktivitas siswa. Untuk memahami hal ini perhatikan contoh berikut :              
          Audience (petatar, siswa, mahasiswa, murid dan sasaran didik lainnya), adalah pelaku yang menjadi kelompok sasaran pembelajaran, yaitu siswa.          
Setelah menyaksikan video tentang "Pergaulan Hidup Masyarakat", siswa dapat menyebutkan arti Norma dengan menggunakan bahasanya sendiri.    Unsur audience pada rumusan tujuan pembelajaran di atas adalah siswa, pada rumusan tersebut jelaslah bahwa sebagai objek, siswa dikenai "sasaran" dalam proses pembelajaran tersebut.           Rangkaian pemahaman materi Norma dalam situasi di atas harus dikenakan pada siswa, bukan guru atau pendidik. Sedangkan sebagai sobjek, terlihat pada situasi ketika siswa harus menyaksikan video tayangan dan harus menyimpulkan video tersebut untuk memperoleh rumusan arti Norma. Jadi pelaku utama untuk menemukan arti norma adalah siswa. Pelaku disini kita sinonimkan dengan sobjek.


Senin, 14 Agustus 2017

Permendikbud RI Terbaru Edisi Tahun 2016 yang berkaitan langsung dengan Kurikulum 2013


Permendikbud RI Terbaru Edisi Tahun 2016 yang berkaitan langsung dengan Kurikulum 2013. Di antara Permendikbud tersebut adalah :

    1. Permendikbud RI Nomor 20 Tahun 2016 Permendikbud RI Nomor 020 Tahun 2016 Tentang Standar  Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah. Digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan,standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan. Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini, maka Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Selengkapnya silahkan diunduh Di sini
    2. Permendikbud RI Nomor 021 Tahun 2016 Tentang Standar Isi Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. memuat tentang Tingkat Kompetensi dan Kompetensi Inti sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Kompetensi Inti meliputi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan ketrampilan. Ruang lingkup materi yang spesifik untuk setiap mata pelajaran dirumuskan berdasarkan Tingkat Kompetensi dan Kompetensi Inti untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini, maka Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Selengkapnya silahkan unduh Di sini
    3. Permendikbud RI Nomor 022 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Berisi kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan satuan pendidikan dasar menengah untuk mencapai kompetensi lulusan.Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini, maka Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Selengkapnya silahkan unduh Di sini
  

Senin, 07 Agustus 2017

PENYUSUNAN DOKUMEN 1 KURIKULUM 2013 DAN RKTK TAMAN KANAK KANAK TAHUN PELAJARAN 2017/2018




A.    Latar Belakang
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 ayat (1) menyatakan bahwa “Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional,” dan ayat (2) menyebutkan bahwa “Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik”. Pasal 38 ayat (2) menyatakan bahwa “Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan Provinsi untuk pendidikan menengah. 


        Dalam rangka melaksanakan perundangan tersebut, telah diterbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang meliputi delapan standar, yaitu standar isi, standar kompetensi lulusan, standar proses, standar penilaian, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar tenaga kependidikan, dan standar pembiayaan. Pasal 17 (ayat 2) PP tersebut menyatakan bahwa “ Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk TK,SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK. Sejak keluarnya  PP. No. 19 Tahun 2005 secara resmi  penyusunan kurikulum menjadi tanggung jawab setiap satuan pendidikan (sekolah dan madrasah), dengan demikian tidak lagi dikenal istilah kurikulum nasional yang dulu menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.


Selasa, 18 Juli 2017

Bimtek Penyegaran Kurikulum 2013 Tingkat SD Tahun 2017

         Kurikulum 2013 telah digunakan sebagai pedoman dalam proses pembelajaran mulai tahun 2013 secara bertahap. Sampai dengan tahun 2016, Kurikulum 2013 telah dilaksanakan di 25% sekolah dasar dan pada tahun 2017 ditargetkan tambahan sebanyak 35% sekolah dasar atau sekitar 52.572 sekolah dasar di seluruh Indonesia.
          Kunci dari pelaksanaan Kurikulum 2013 terletak pada guru, sehingga guru perlu diberikan pembekalan yang cukup dalam bentuk bimbingan teknis (Bimtek) dan pendampingan penerapan Kurikulum 2013 di sekolah. Melalui kegiatan bimtek dan pendampingan kurikulum diharapkan guru mampu dan terampil mengimplementasikan Kurikulum 2013 secara kreatif, inspiratif, dan konsisten. Panduan Umum Bimbingan Teknis dan

Minggu, 11 Juni 2017

Peringkat Hasil Nilai US/UN SD/MI Tahun 2017







PERINGKAT  NILAI UJIAN SEKOLAH SD/MI  TAHUN PELAJARAN 2016/2017 SILAKAN UNDUH DI SINI !


Rabu, 07 Juni 2017

PENGUMUMAN KELULUSAN SD/MI 2017

Kelulusan Dari Satuan Pendidikan

1.    Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan melalui rapat pendidik setelah:
      a.     menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
      b.     memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik; dan
      c.     lulus US/M.


 Untuk persiapan silakan bapak Ibu unduh file di bawah ini


1. SK KRITERIA KELULUSAN 2017 Revisi (KUR 2006).doc
2. SK KRITERIA KELULUSAN 2017 Revisi (KUR 2013).doc 
3. DAFTAR KOLEKTIF NILAI SEKOLAH DASAR TH 2017 KUR 2006.xls 
4. DAFTAR KOLEKTIF NILAI SEKOLAH DASAR TH 2017 KUR 2013.xls 
5. SK KS TTG PENETAPAN KELULUSAN 2017.doc 
- Lampiran-iii-petunjuk-teknis-pengisian-blangko-ijazah-tahun-2017.pdf  
- Ijazah SD Tahun 2017
- Contoh Register Penerimaan Ijazah.doc  
- UNTUK GURU KELAS VI.doc 
 

Selasa, 02 Mei 2017

UJIAN SEKOLAH DASAR/MADRASAH IBTIDAIYAH TAHUN 2017


Ujian Sekolah SD/MI Tahun pelajaran 2016/ 2017 dilaksanakan dengan rujukan Peraturan Kepala Badan Penelitian  Dan Pengembangan Kementerian  Pendidikan  Dan Kebudayaan Nomor : 007/H/EP/2017 tentang Prosedur Operasional  Standar  Ujian Sekolah/Madrasah pada Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah,  Sekolah  Dasar  Luar Biasa,  dan Penyelenggara  Program Paket A/ULA Tahun Pelajaran  2016/2017

Bagi SD-MI di Kecamatan Mlarak untuk perlengkapan US/UM silakan dowload file di bawah ini 

ID CARD PANITIA UJIAN SEKOLAH/MADARASAH KEC. MLARAK

ID CARD  PENGAWAS RUANG US/UM KEC MLARAK


 



PERLENGKAPAN US-UM UNTUK SD-MI KEC. MLARAK TAHUN 2017

Kamis, 27 April 2017

Perangkat Akreditasi SD/MI Tahun 2017 (Terbaru)

Perangkat Akreditasi SD/MI Tahun 2017 yang dirilis oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN SM) ini penting untuk dijadikan pedoman dan kelengkapan bagi sekolah yang akan melaksanakan kegiatan Akreditasi sekolah tahun 2017. Dalam panduan perangkat dan instrumen Akreditasi SD/MI tahun 2017 secara substansi menilai 8 standar nasional pendidikan. Namun, dalam jumlah butir yang diakreditasi banyak yang berkurang.

Sesuai dengan Perangkat Akreditasi SD/MI Tahun 2017, sekolah/Madrasah dinyatakan terakreditasi, apabila; (1.) Memperoleh Nilai Akhir Hasil Akreditasi sekurang-kurangnya 71, (2.) Memperoleh Nilai Komponen Standar Sarana dan Prasarana tidak kurang dari 61, dan (3.) Tidak ada Nilai Komponen Standar di bawah 50. Sekolah/Madrasah dinyatakan tidak terakreditasi jika sekolah/madrasah tidak memenuhi kriteria tersebut.

Mangga silakan download file di bawah ini jika diperlukan !

- 01. APLIKASI SD 2017 MS EXCEL
- 01. CONTOH SKORING SD 2017 KASUS 1
- 01. CONTOH SKORING SD 2017 KASUS 2
- FORMAT-FORMAT UNTUK SEKOLAH
- INSTRUMEN AKREDITASI SD-MI  2017 MS WORD
- INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA  DAN INFORMASI PENDUKUNG AKREDITASI  (PDIP) MS WORD
- PANDUAN SisPenA (Sekolah)
- PAPARAN PERANGKAT AKREDITASI 2017
- PAPARAN TTEHNIK SKORING MANUAL-SD
- PETUNJUK TEKNIS PENGISIAN INSTRUMEN  AKREDITASI  MS WORD
- POS AKREDITASI 2017.02.06
- TEKNIK PENSKORAN DAN PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI  2017 MS WORD


Semoga bermanfaat bagi Sekolah/Madrasah yang akan mengikuti akreditasi di tahun 2017 ini.

Kamis, 02 Februari 2017

CARA MENGEMBALIKAN FILE YANG TERHAPUS DENGAN ICARE DATA RECOVERY


CARA MENGEMBALIKAN FILE YANG TERHAPUS DENGAN ICARE DATA RECOVERY


Jika anda ingin mengembalikan file yang terhapus dengan mudah, iCare Data Recovery bisa menjadi software pilihan anda. Secara normal iCare Data Recovery Standard dijual seharga $69.95 per lisensi. di artikel ini saya akan menunjukkan kepada anda cara mendapatkan lisensi legal iCare Data Recovery Standard. Selain itu saya juga akan memberikan sedikit gambaran tentang cara mengembalikan file yang terhapus menggunakan software premium ini.J
Apa itu iCare Data Recovery?

Test Footer 2

Label 6

Label 4

Blue Choclote

Pink Rolls Choclate

label 7

Blogger news