Jumat, 20 Januari 2017

HASIL KEJUARAAN OLIMPIADE SAINS (OSN) DAN FESTIFAL DAN LOMBA SENI SISWA NASIONAL (FLS2N) SD KEC. MLARAK TAHUN 2017


Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas UPTD Pendidikan Kecamatan Mlarak  berupaya dengan melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka pengembangan kelembagaan melalui kegiatan Olimpiade sains (OSN) dan Festifal dan Lomba Seni Siswa Nasional siswa SD/MI Tahun 2017.

Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 18 Januari 2017 di SD Negeri Mlarak dengan kejuaraan  sebagai berikut :


PANITIA OLIMPIADE SAINS (OSN) DAN FESTIFAL DAN LOMBA SENI SISWA NASIONAL (FLS2N) SD KECAMATAN MLARAK KABUPATEN PONOROGO
TAHUN 2017


DAFTAR HASIL SELEKSI DALAM KEGIATAN OSN dan FLS2N SD
KECAMATAN MLARAK TAHUN 2017
DAFTAR HASIL SELEKSI DALAM KEGIATAN OSN dan FLS2N SD
KECAMATAN MLARAK TAHUN 2017







FOTO FOTO KEGIATAN SILAKAN LIHAT DI SELANJUTNYA !

Kamis, 15 Desember 2016

OLIMPIADE SAINS (OSN) DAN FESTIFAL DAN LOMBA SENI SISWA NASIONAL (FLS2N) SD KEC. MLARAK TAHUN 2017


Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas UPTD Pendidikan Kecamatan Mlarak  berupaya dengan melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka pengembangan kelembagaan melalui kegiatan Olimpiade sains (OSN) dan Festifal dan Lomba Seni Siswa Nasional siswa SD/MI Tahun 2017. 
Kegiatan olimpiade sains terus ditumbuh kembangkan, karena menjadi salah satu cara untuk membangun tradisi keilmuan sejak dini. Olimpiade sains akan membiasakan peserta didik untuk berpikir logis, kritis, dan terstruktur, dalam menemukan jawaban terhadap berbagai persoalan. Inilah salah satu penekanan yang ada pada Kurikulum 2013, dengan pengembangan sikap (sosial dan spiritual), keterampilan, dan pengetahuan. Diharapkan, melalui kegiatan olimpiade sains, peserta didik bisa mengembangkan rasa kepenasaranan intelektual (intellectual curiocity).

Kamis, 17 November 2016

RAPORT DAN BUKU INDUK KURIKULUM 2013

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan untuk memeroleh data dan informasi tentang proses dan hasil belajar peserta didik. Penilaian juga digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi tentang kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelajaran sehingga dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan dan perbaikan proses pembelajaran.
Dalam pelaksanaanya, kegiatan penilaian proses (formatif) dan hasil belajar (sumatif) berdasarkan Kurikulum 2013 pada tingkat SD sebagian pendidik (guru) merasakan penilaian sebagai beban terutama dalam hal melakukan teknik dan prosedur, pengolahan dan pelaporan hasil penilaian. Pendidik mengharapkan penilaian hasil belajar dalam Kurikulum 2013 sederhana dan mudah dilaksanakan. Hal-hal yang perlu diperhatikan pendidik agar penilaian lebih bermakna dan implementatif dalam merencanakan, melaksanakan, mengolah, melaporkan hasil penilaian, adalah sebagai berikut.

Kamis, 03 November 2016

PENYUSUNAN SKP DAN PKG GURU 2016

  
Penilaian Prestasi Kerja PNS guru, kepala sekolah, dan guru yang diberi tugas tambahan adalah suatu proses penilaian secara sistematis yang dilakukan oleh pejabat penilai terhadap sasaran kerja pegawai dan perilaku kerja guru dan/atau guru yang diberi tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah yang selanjutnya disebut Penilaian Prestasi Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Guru yang Diberi Tugas Tambahan.
Prestasi Kerja yang dimaksud adalah hasil kerja yang dicapai oleh setiap guru dan/atau guru yang diberi tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah PNS pada suatu satuan pendidikan sesuai dengan sasaran kerja pegawai.
Sedangkan Sasaran Kerja Pegawai yang selanjutnya (SKP) adalah rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang PNS guru dan/atau guru yang diberi tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah untuk kurun waktu satu tahun.

Selasa, 13 September 2016

BANTUAN PEMERINTAH PENDAMPINGAN KURIKULUM 2013 TAHUN 2016 DI SEKOLAH DASAR

          
Untuk meningkatkan kesinambungan pemahaman dan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah dasar, Direktorat Pendidikan Sekolah Dasar melanjutkan program pendampingan. Kegiatan pendampingan dimaksudkan sebagai proses pemberian bantuan penguatan pelaksanaan Kurikulum 2013 yang diberikan Pengawas sekolah kepada seluruh pemangku kepentingan di SD sasaran yang melaksanakan Kurikulum 2013. Program pendampingan ini dilakukan sebagai penguatan dalam memahami konsep Kurikulum 2013 berikut perubahannya di lapangan serta untuk membantu mengatasi berbagai kendala yang muncul pada saat pelaksanaan kurikulum tersebut di sekolah. 

Minggu, 04 September 2016

Solid Converter PDF 7.0 build 830



Berbagi Ilmu Itu Indah

Solid Converter PDF 7.0 build 830

Mau nyusun RPP dengan pedoman buku guru pada kurikulum 2013 anda mungkin menemui kesulitan karena file buku guru berextensi .pdf . Tentunya anda lebih mudah jika file berextensi ms. office word. Software Solid Converter PDF 7.0 build 830 inilah solusinya. Anda dapat mengedit, mengopy tex, paragraf, tabel, gambar dsb dengan mudah.

  

       Solid Converter PDF merupakan software yang fungsinya mengkonversi file pdf menjadi file word,excel,ppt,text,html demikian juga sebaliknya dari file word,excel,ppt menjadi file pdf dengan sangat mudah dan praktis.
Software ini sangat bermanfaat terutama bagi anda para guru yang ingin mengedit artikel atau bahan ajar yang dalam format pdf atau para pelajar yang sedang mendapatkan tugas dari sekolah, kuliah atau  dunia pendidikan lainnya dan mengharuskan menggunakan format PDF, dengan demikian anda harus menggunakan software konversi yang bisa merubah file word menjadi file pdf.
      

Senin, 15 Agustus 2016

RENCANA KERJA TAHUNAN TAMAN KANAK-KANAK TAHUN PELAJARAN 2016-2017

                Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mengemban fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Rabu, 10 Agustus 2016

Struktur dan Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

     Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang tertuang dalam SI meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut.
1.    Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia 
2.    Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
3.    Kelompok mata pelajaran  ilmu pengetahuan dan teknologi
4.    Kelompok mata pelajaran estetika
5.    Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan
Kelompok mata pelajaran tersebut dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pembelajaran sebagaimana diuraikan dalam PP 19/2005 Pasal 7.
Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum.

1.  Mata pelajaran
       Mata pelajaran beserta alokasi waktu untuk masing-masing tingkat satuan pendidikan berpedoman pada struktur kurikulum yang tercantum dalam SI.

Jumat, 05 Agustus 2016

BEBAN KERJA GURU TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Tahun pelajaran baru 2016/2017 bagi sekolah-sekolah khususnya guru merupakan semangat baru untuk menyusun pembagian tugas yang adil dan valid agar dapat memenuhi syarat mendapat tunjangan profesi.

        Mengingat kembali apa yang seharus menjadi tugas dan tanggung jawab teman-teman guru di lapangan. Persoalan tugas dan tanggung jawab bukan hanya sekedar menggugurkan jam wajib tatap muka/mengajar di muka kelas untuk mendapatkan tunjangan profesi. Ada tanggung jawab profesi dan tanggung jawab moral yang lebih besar.


Selasa, 02 Agustus 2016

PENGAJUAN PAK UNTUK KENAIKAN PANGKAT/GOL 1 APRIL 2017

RUMPUN JABATAN, JENIS GURU, KEDUDUKAN, DAN TUGAS UTAMA
1.    Jabatan fungsional guru adalah jabatan tingkat keahlian termasuk dalam rumpun pendidikan tingkat taman kanak-kanak, dasar,  lanjutan, dan sekolah khusus.
2.    Jenis guru berdasarkan sifat, tugas, dan kegiatannya meliputi: guru kelas; guru mata pelajaran; dan guru bimbingan dan  konseling/ konselor.
3.    Guru berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional di bidang pembelajaran/bimbingan dan tugas tertentu pada jenjang      pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
4.    Tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada   pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah serta tugas tambahan yang relevan   dengan fungsi sekolah/madrasah.
5.    Beban kerja guru untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, dan/atau melatih paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu. Beban kerja guru bimbingan  dan konseling/konselor adalah mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik dalam        1 (satu) tahun.


Jumat, 29 Juli 2016

PENELAAHAN KURIKULUM TINGKAT SEKOLAH DASAR

 A.    Latar Belakang
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 ayat (1) menyatakan bahwa “Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional,” dan ayat (2) menyebutkan bahwa “Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik”. Pasal 38 ayat (2) menyatakan bahwa “Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan Provinsi untuk pendidikan menengah.
        Dalam rangka melaksanakan perundangan tersebut, telah diterbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang meliputi delapan standar, yaitu standar isi, standar kompetensi lulusan, standar proses, standar penilaian, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar tenaga kependidikan, dan standar pembiayaan. Pasal 17 (ayat 2) PP tersebut menyatakan bahwa “ Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk TK,SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK. Sejak keluarnya  PP. No. 19 Tahun 2005 secara resmi  penyusunan kurikulum menjadi tanggung jawab setiap satuan pendidikan (sekolah dan madrasah), dengan demikian tidak lagi dikenal istilah kurikulum nasional yang dulu menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.


Kamis, 28 Juli 2016

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 KELAS 1 DAN IV

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dengan kata lain, kurikulum merupakan salah satu alat untuk menyiapkan peserta didik agar berkecakapan hidup sesuai dengan kondisi kehidupannya saat ini dan masa depan. Masa depan merupakan rentang waktu bagi peserta didik yang belajar pada masa kini dan untuk hidup berkelanjutan (sustainable) dengan segala tantangan abad ke-21. Kurikulum sebagai jantung pendidikan memiliki posisi strategis mulai dari ide, desain, dokumen, dan implementasinya. Pendidikan itu sendiri merupakan investasi esensial jangka panjang.

Senin, 25 Juli 2016

PENELAAHAN KURIKULUM TINGKAT TAMAN-KANAK-KANAK

A.    Latar Belakang
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 ayat (1) menyatakan bahwa “Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional,” dan ayat (2) menyebutkan bahwa “Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik”. Pasal 38 ayat (2) menyatakan bahwa “Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan Provinsi untuk pendidikan menengah.  

Minggu, 17 Juli 2016

Hari Pertama Masuk Sekolah


JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menerbitkan surat edaran untuk para kepala daerah. Isinya berkaitan denga hari pertama tahun ajaran baru 2016-2017 pada Senin (18/7).

Dalam surat edaran yang diterbitkan pada 11 Juli 2016 itu Anies meminta gubernur, bupati dan wali kota agar memberi dispensasi kepada aparatur sipil negara  (ASN) yang hendak mengantar anak-anak mereka pada hari pertama ajaran baru. Anies juga mengharapkan kepada perusahaan swasta agar memberi dispensasi kepada para karyawan mereka demi hal serupa.

Bahkan Anies sudah menerbitkan surat permohonan ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi. Isinya adalah permohonan dispensasi bagi ASN agar bisa mengantar anak-anak mereka berangkat ke sekolah pada hari pertama tahun ajaran baru.

"Saya memang mengirimkan surat kepada MenPAN-RB agar memberikan izin untuk selu‎ruh ASN. Karena hari pertama sekolah ini sangat penting untuk merekatkan orangtua, siswa, dan guru," kata Anies, Rabu (13/7).

Selasa, 12 Juli 2016

Hiren Boot CD 15.1

Hiren Boot CD 15.1

Hiren adalah salah satu program yg memiliki multifungsi yg sangat banyak diminati oleh para Teknisi IT, yg paling sederhana berfungsi sebagai format tool sebuah harddisk. Hiren merupakan software yg sudah cukup lama, dan telah berevolusi dalam berbagai versi. Tentunya tools yg ada pada Hiren ini semakin banyak, dan memiliki berbagai fungsi yg berbeda-beda.
Karena program ini boot melalui disk (CD), maka orang-orang banyak menggunakannya sebagai tools utama dalam memperbaiki sebuah Sistem Operasi, Partitioning Tools, Backup, Recovery and BIOS/CMOS tools dan sebagainya. 

Software ini memang terbilang cukup tua, sehingga saat ini sudah ada beberapa versi / edisi. Hiren yg saya akan share kali ini adalah Hiren Boot CD 15.1. Kelebihan dan tools yg ditambahkan dari versi sebelumnya tetapi secara garis besar yg terdapat pada Hiren 15.1 :

Semoga membantu
Suprijono
Pengawas TK/SD Kec. Mlarak, Ponorogo

Test Footer 2

Label 6

Label 4

Blue Choclote

Pink Rolls Choclate

label 7

Blogger news