Senin, 15 Agustus 2016

RENCANA KERJA TAHUNAN TAMAN KANAK-KANAK TAHUN PELAJARAN 2016-2017

                Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mengemban fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

              Pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi serta efisiensi manajemen pendidikan. Pemerataan kesempatan pendidikan diwujudkan dalam program wajib belajar. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olah hati, olah pikir, olah rasa dan olah raga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global. Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam Indonesia.
Peningkatan efisiensi manajemen pendidikan dilakukan melalui penerapan manajemen berbasis sekolah dan pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan. Inovasi pendidikan terus menerus dilakukan agar mampu menghadapi berbagai tantangan sesuai dengan zamannya. Dalam era globalisasi, tantangan yang dihadapi oleh sitem pendidikan meliputi persoalan-persoalan yang terkait dengan pemerataan, kualitas lulusan, relevansi dan efesiensi pendidikan. Keberhasilan pendidikan dalam mengatasi tantangan-tantangan tersebut akan sangat menentukan kemampuan generasi mendatang untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih maju.
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Pemerintah Provinsi Sebagai Daerah Otonom, telah memuat secara tegas kewenangan-kewenangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam bidang pendidikan. Mengingat pentingnya peningkatan kualitas pendidikan secara sistematis serta kebijakan otonomi pendidikan, maka setiap stakeholders di sekolah dituntut untuk selalu membuat perubahan dalam konteks peningkatan kualitas pendidikan memalui perbaikan (inovasi) penyelenggaraan pendidikan.
            Untuk terlaksananya inovasi dalam bidang pendidikan tersebut di atas, diperlukan suatu upaya yang terencana, terarah, terpadu dan berkesinambungan. Salah satu penunjang inovasi pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas hasil pendidikan adalah tersedianya sarana dan prasarana termasuk adanya upaya pengembangan peningkatan potensi sumber daya manusia yang pada akhirnya diharapkan daya guna dan hasil guna proses belajar mengajar, pengalaman dan pemanpaatan ilmu yang diperoleh dapat lebih ditingkatkan.
Rencana Kerja Tahunan Lembaga TK/RA  merupakan sebuah proses perencanaan atas semua hal untuk mencapai tujuan pendidikan dalam jangka waktu 4 tahun. Dengan tujuan ini lembaga TK/RA  dapat disesuaikan dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, sosial budaya masyarakat, potensi TK/RA dan kebutuhan peserta didik. RKT (Rencana Kerja Jangka Menengah) disusun sebagai pedoman kerja pengembangan TK/RA, sebagai bahan acuan untuk mengidentifikasi dan mengajukan sumber daya yang ada.
             Dewasa ini kompetisi pendidikan berlangsung sangat ketat dan tajam hampir tiada batas. Lembaga TK/RA  yang tidak mampu bersaing secara fair dan terbuka akan tertinggal terseleksi oleh keadaan. Oleh karena itu TK  perlu mengembangkan dan meningkatkan secara terus menerus dengan memperhatikan sumber daya yang dimiliki, baik sumber daya manusia maupun sumber daya yang lainnya.
             Menghadapi kondisi tersebut TK  perlu mempersiapkan diri secara mantap dengan menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT ) bertujuan untuk tercapainya pelayanan pendidikan yang maksimal terhadap peserta didik  dan tercapainya pendidikan nasional secara umum.

Silakan download File ini !
RENCANA KERJA TAHUNAN TAMAN KANAK-KANAK TAHUN PELAJARAN 2016-2017

Rabu, 10 Agustus 2016

Struktur dan Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

                                                Baca Panduan Penyusunan  KTSP  di sini !

Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang tertuang dalam SI meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut.
1.    Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia 
2.    Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
3.    Kelompok mata pelajaran  ilmu pengetahuan dan teknologi
4.    Kelompok mata pelajaran estetika
5.    Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan
Kelompok mata pelajaran tersebut dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pembelajaran sebagaimana diuraikan dalam PP 19/2005 Pasal 7.
Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum.

1.  Mata pelajaran
       Mata pelajaran beserta alokasi waktu untuk masing-masing tingkat satuan pendidikan berpedoman pada struktur kurikulum yang tercantum dalam SI.

2.  Muatan Lokal
       Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan atau terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran tersendiri. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan. Muatan lokal merupakan mata pelajaran, sehingga satuan pendidikan harus mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan. Satuan pendidikan dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester. Ini berarti bahwa dalam satua tahun satuan pendidikan dapat menyelenggarakan dua mata pelajaran muatan lokal.

3.  Kegiatan Pengembangan Diri
       Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi, kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik. Sedangkan untuk kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan kepramukaan, kepemimpinan, dan kelompok ilmiah remaja.

Khusus untuk sekolah menengah kejuruan pengembangan diri terutama ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan bimbingan karier.
Pengembangan diri untuk satuan pendidikan khusus menekankan pada peningkatan kecakapan hidup dan kemandirian sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik.
Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran. Penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitatif, tidak kuantitatif seperti pada mata pelajaran.


4.  Pengaturan Beban Belajar
a. Beban belajar dalam sistem paket digunakan oleh tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB baik kategori standar maupun mandiri, SMA/MA/SMALB /SMK/MAK kategori standar.
Beban belajar dalam sistem kredit semester (SKS) dapat digunakan oleh SMP/MTs/SMPLB kategori mandiri, dan oleh SMA/MA/SMALB/SMK/MAK kategori standar.
Beban belajar dalam sistem kredit semester (SKS) digunakan oleh SMA/MA/SMALB/SMK/MAK kategori mandiri.
b. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Pengaturan  alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun ajaran dapat dilakukan secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang tetap. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi, di samping dimanfaatkan untuk mata pelajaran lain yang dianggap penting dan tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam Standar Isi.

c.    Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dalam sistem paket untuk SD/MI/SDLB 0% - 40%, SMP/MTs/SMPLB 0% - 50% dan SMA/MA/SMALB/SMK/MAK 0% -  60% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.
d.    Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktik di sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan satu jam tatap muka.
e.    Alokasi waktu untuk tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk SMP/MTs dan SMA/MA/SMK/MAK yang menggunakan sistem satuan kredit semester (sks)  mengikuti aturan sebagai berikut.
    Satu sks pada SMP/MTs terdiri atas: 40 menit tatap muka, 20 menit kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.  
    Satu sks pada SMA/MA/SMK/MAK terdiri atas: 45 menit tatap muka, 25 menit kegiatan terstruktur dan 25 menit kegiatan mandiri tidak terstruktur.  


5.  Ketuntasan Belajar
       Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.

6.  Kenaikan Kelas dan Kelulusan
       Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Kriteria kenaikan kelas diatur oleh masing-masing direktorat teknis terkait.
Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah:
a.  menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
b. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan;
c.    lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan
d.  lulus Ujian Nasional. 

7.  Penjurusan
       Penjurusan dilakukan pada kelas XI dan XII di SMA/MA. Kriteria penjurusan diatur oleh direktorat teknis terkait.

8.  Pendidikan Kecakapan Hidup
a.    Kurikulum untuk SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/ SMALB, SMK/MAK dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup, yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik dan/atau kecakapan vokasional.
b.    Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian integral dari pendidikan semua mata pelajaran dan/atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus.
c.    Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan dan/atau dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal.

9.  Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
a.    Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam  aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik.
b.    Kurikulum untuk semua tingkat satuan pendidikan dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.
c.    Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran dan juga dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal.
d.    Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal yang sudah memperoleh akreditasi.

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...................................................................    i
REKOMENDASI .......................................................................    ii
LEMBAR PENGESAHAN..........................................................   iii
KATA PENGANTAR....................................................................  iv
TIM PENYUSUN KURIKULUM 2013   ...................................    v   
DAFTAR ISI.................................................................................. vi
 
BAB I PENDAHULUAN.................................................................   
A.    Latar Belakang........................................................................   
B.    Landasan    
C.    Tujuan Pengembangan Kurikulum 2013.................................
D.    Prinsip Pengembangan Kurikulum 2013................................

BAB II TUJUAN............................................................................    
A.    Tujuan Pendidikan Dasar......................................................... 
B.    Visi Sekolah.............................................................................
C.    Misi Sekolah............................................................................
D.    Tujuan Sekolah........................................................................

BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM.................. 
A.    Struktur Kurikulum................................................................
B.    Muatan Kurikulum ................................................................ 
    1.    Mata Pelajaran  ......................................................................
    2.    Muatan Lokal ...............................................................
    3.    Pengembangan Diri................................................................
    4.    Pengaturan  Beban Belajar    .................................................
    5.    Ketuntasan Belajar    .............................................................
    6.    Kenaikan Kelas dan Kelulusan   ........................................... 
    7.    Pendidikan Kecakapan Hidup  ..............................................
    8.    Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global   ..............

BAB IV KALENDER PENDIDIKAN   .........................................

BAB V PENUTUP     .................................................................






LAMPIRAN
1. SK-KD MAPEL
2. SK-KD MUATAN LOKAL

SEKAT

3. SK TIM REVIEW/PENGEMBANG
4. DAFTAR HADIR PELAKSANAAN REVIEW
5. INSTRUMEN ANALISIS HASIL REVIEW

Jumat, 05 Agustus 2016

BEBAN KERJA GURU TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Tahun pelajaran baru 2016/2017 bagi sekolah-sekolah khususnya guru merupakan semangat baru untuk menyusun pembagian tugas yang adil dan valid agar dapat memenuhi syarat mendapat tunjangan profesi.

Mengingat kembali apa yang seharus menjadi tugas dan tanggung jawab teman-teman guru di lapangan. Persoalan tugas dan tanggung jawab bukan hanya sekedar menggugurkan jam wajib tatap muka/mengajar di muka kelas untuk mendapatkan tunjangan profesi. Ada tanggung jawab profesi dan tanggung jawab moral yang lebih besar.

Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen, Pasal 35 ayat (2) ditegaskan bahwa beban kerja guru sekurang-kurangnya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan sebanyak-banyaknya 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu. Aturan tersebut kemudian dijabarkan dalam  Peraturan Pemerintah  Nomor 74/2008 tentang Guru,  dalam Pasal 52, ayat (2)  dinyatakan bahwa beban kerja guru paling sedikit memenuhi 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu pada satu atau lebih satuan pendidikan yang memiliki izin pendirian dari Pemerintah atau Pemerintah Daerah. Pada ayat (3) dikemukakan bahwa pemenuhan beban kerja paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empatpuluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan dengan ketentuan paling sedikit 6 (enam) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu pada satuan pendidikan tempat tugasnya sebagai Guru Tetap.
Pemaknaan dari peraturan di atas adalah ketika seorang guru tidak cukup jam tatap muka di sekolah induknya maka dengan persetujuan dinas pendidikan kabupaten/kota yang bersangkutan dapat mengajar di sekolah lain untuk mencukupi jamnya.

Jika guru yang memaknai ketika jam tatap muka telah mencukupi minimal 24 jam tatap muka/ jam mengajar seakan-akan yang bersangkutan telah terlepas dari tugas-tugas pokok lainnya di sekolah..
Persepsi yang salah tersebut harus kita ubah, karena dalam Penjelasan Peraturan Pemerintah  Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru  Pasal 52 ayat (2) dinyatakan bahwa istilah tatap muka berlaku untuk pelaksanaan beban kerja guru yang terkait dengan pelaksanaan pembelajaran. Beban kerja guru untuk melaksanakan pembelajaran paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu tersebut merupakan bagian jam kerja dari jam kerja sebagai pegawai yang secara keseluruhan paling sedikit 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja dalam 1 (satu) minggu.
Standard Pelayanan Minimal bidang pendidikan,  dalam Permendiknas RI nomor 15  Tahun 2005 tentang Standard Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota dalam pasal 2  ayat (2) point b.butir 5 dinyatakan bahwa salah satu bentuk pelayanaan minimal di tingkat satuan pendidikan adalah “ setiap guru tetap bekerja 37,5 jam per minggu di satuan pendidikan, termasuk merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran,membimbing atau melatih peserta didik, dan melaksanakan tugas tambahan”.

Bila dirata-ratakan 37, 5 jam /minggu dibagi 6 hari kerja maka dalam setiap hari sekitar 6,5 jam kerja yang harus terpenuhi. Sehingga apabila seorang guru hadir setiap harinya di sekolah pukul 07.00 maka paling cepat pukul 13.00 dia baru dapat pulang. Apabila kehadiran guru di sekolah hanya berdasarkan jadwal mengajar atau sekedar memenuhi 24 jam mengajar jelas standar minimal tersebut tidak tercapai.  Di jenjang SD, 1 jam pelajaran = 35 menit, di SMP 1 jam pelajaran = 40 menit.
Jika dikonversi maka 24 jam pelajaran/minggu di SD hanya setara dengan 14 jam kerja/minggu (24 x 35 : 60) atau kalau dirata-ratakan hanya 2, 3 jam/hari kerja. Sedangkan di SMP untuk 24 jam/minggu hanya setara 16 jam kerja. Dengan demikian, apabila seorang guru hanya hadir dengan orientasi memenuhi jam mengajar minimalnya maka Standar Pelayanan Minimal, yang sebagaimana diharapkan dalam Permendiknas RI nomor 15 /2005 tidak dapat terpenuhi.

Kedisiplinan kehadiran PNS diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor  53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri. Dalam Pasal 3 angka 11 PP tersebut dinyatakan PNS wajib “masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja”. Penjelasan PP no 53 tahun 2010 pasal 3 angka 11 adalah yang dimaksud dengan kewajiban untuk “masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja” adalah setiap PNS wajib datang, melaksanakan tugas, dan pulang sesuai ketentuan jam kerja serta tidak berada di tempat umum bukan karena dinas. Apabila berhalangan hadir wajib memberitahukan kepada pejabat yang berwenang. Keterlambatan masuk kerja dan/atau pulang cepat dihitung secara kumulatif dan dikonversi 7 ½ (tujuh setengah) jam sama dengan 1 (satu) hari tidak masuk kerja. Dengan sanksi teringan bila tidak hadir 5 hari kerja diberi teguran lisan dan sanksi terberat tidak masuk > 45 hari diberhentikan dengan tidak hormat.

Uraian di atas, secara dapatlah dinyatakan bahwa ketika seorang guru telah menerima tunjangan sertifikasi dan memenuhi jam tatap muka minimalnya 24 jam tidak berarti guru tersebut terbebas dari tanggung jawab dan tugas-tugas lainnya di sekolah. Selain menerima tunjangan profesi yang bersangkutan juga menerima gaji haknya sebagai PNS sesuai golongan dan kepangkatannya seperti pegawai-pegawai negeri sipil di instansi lain, sehingga guru PNS juga terikat dengan kewajiban kehadiran di tempat tugas dan aturan-aturan disiplin kepegawaian lainnnya yang berlaku. Untuk hal di atas pihak dinas pendidikan kabupaten selaku pengelola sertifikasi di daerah pun  lewat pengawas sekolah perlu melakukan monitoring dan objektif terkait dengan pemberian tunjangan profesi. Kelayakan tidak sekedar cukup-tidak cukup 24 jam, dinilai secara administratif di atas meja berdasarkan Surat Keputusan Pembagian Beban Kerja yang dibuat oleh kepala sekolah. Perlu pemberdayaan pengawas sekolah untuk melakukan verifikasi di lapangan.

Kini, saatnyalah para guru untuk kembali berbenah melihat dan memperbaiki visi dan paradigma. Tidak sekedar menjadi guru yang memenuhi tuntutan dan target ketuntasan kurikulum,  menjadi guru yang hanya menjadi media belajar buat siswa,  atau guru yang hadir ke sekolah untuk sekedar menggugurkan kewajiban jam mengajar. Saatnya untuk berubah menjadi guru inspiratif. Guru yang kehadiran mampu memberi semangat, warna dan makna bagi siswa, bagi sesama rekan kerja, dan bagi lingkungannya.

CONTOH BEBAN KERJA GURU SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2016/2017 SILAKAN DOWNLOAD DENGAN KLIK  INI  !


CONTOH SK BEBAN KERJA GURU TK TH PELAJARAN  2016-2017

Contoh SK Beban Kerja GR SD SMT 1 2016-2017 Kur 2013

Contoh SK Beban-Kerja GR SD SMT-1-2016-2017 KTSP 2006

Contoh SK Beban-Kerja GR SD SMT-1-2016-2017 KTSP+2013



Selasa, 02 Agustus 2016

PENGAJUAN PAK UNTUK KENAIKAN PANGKAT/GOL 1 APRIL 2017

RUMPUN JABATAN, JENIS GURU, KEDUDUKAN, DAN TUGAS UTAMA
1.    Jabatan fungsional guru adalah jabatan tingkat keahlian termasuk dalam rumpun pendidikan tingkat taman kanak-kanak, dasar, 

       lanjutan, dan sekolah khusus.
2.    Jenis guru berdasarkan sifat, tugas, dan kegiatannya meliputi: guru kelas; guru mata pelajaran; dan guru bimbingan dan 

       konseling/konselor.
3.    Guru berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional di bidang pembelajaran/bimbingan dan tugas tertentu pada jenjang 

       pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
4.    Tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada 

       pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah serta tugas tambahan yang relevan 
       dengan fungsi sekolah/madrasah.
5.    Beban kerja guru untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, dan/atau melatih paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam 

       tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu. Beban kerja guru bimbingan
       dan konseling/konselor adalah mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik dalam 

       1 (satu) tahun.

UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN
Unsur dan sub unsur kegiatan Guru yang dinilai angka kreditnya adalah:

1.    Pendidikan, meliputi: (1) pendidikan formal dan memperoleh gelar/ijazah; dan (2) pendidikan dan pelatihan (diklat) prajabatan dan memperoleh surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPP) prajabatan atau sertifikat termasuk program induksi.
2.    Pembelajaran/bimbingan dan tugas tertentu, meliputi: (1) melaksanakan proses pembelajaran, bagi guru kelas dan guru mata pelajaran; (2) melaksanakan proses bimbingan, bagi guru bimbingan dan konseling; dan (3) melaksanakan tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.
3.    Pengembangan keprofesian berkelanjutan, meliputi: (1) pengembangan diri: (a) diklat fungsional; dan (b) kegiatan kolektif guru yang meningkatkan kompetensi dan/atau keprofesian guru; (2) publikasi Ilmiah: (a) publikasi ilmiah atas hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal; dan (b) publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan, dan pedoman guru; (3) karya Inovatif: (a) menemukan teknologi tepat guna; (b) menemukan/menciptakan karya seni; (c)
membuat/memodifikasi alat pelajaran/peraga/praktikum; dan (d) mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya;
4.    Penunjang tugas guru, meliputi: (1) memperoleh gelar/ijazah yang tidak sesuai dengan bidang yang diampunya; (2) memperoleh penghargaan/tanda jasa; dan (3) melaksanakan kegiatan yang mendukung tugas guru, antara lain : (a) membimbing siswa dalam praktik kerja nyata/praktik industri/ekstrakurikuler dan sejenisnya; (b) menjadi organisasi profesi/kepramukaan; (c) menjadi tim penilai angka kredit; dan/atau (d) menjadi tutor/pelatih/instruktur.

RINCIAN TUGAS GURU KELAS

1.    Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan;
2.    Menyusun silabus pembelajaran;
3.    Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran;
4.    Melaksanakan kegiatan pembelajaran;
5.    Menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran;
6.    Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaran di kelasnya;
7.    Menganalisis hasil penilaian pembelajaran;
8     Melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan denga    memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi;
9.    Melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi tanggung jawabnya;
10.  Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah dan nasional;
11.  Membimbing guru pemula dalam program induksi;
12.  Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses pembelajaran;
13.  Melaksanakan pengembangan diri;
14.  Melaksanakan publikasi ilmiah; dan
15.  Membuat karya inovatif.
 

RINCIAN TUGAS GURU MAPEL
1.    Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan;
2.    Menyusun silabus pembelajaran;
3.    Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran;
4.    Melaksanakan kegiatan pembelajaran;
5.    Menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran;
6.    Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaran yang diampunya;
7.    Menganalisis hasil penilaian pembelajaran;
8.    Melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi;
9.    Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah dan nasional;
10.   Membimbing guru pemula dalam program induksi;
11.   Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses pembelajaran;
12.   Melaksanakan pengembangan diri;
13.   Melaksanakan publikasi ilmiah; dan
14.   Membuat karya inovatif.



Pengusulan PAK yang masa penilaian sebelum 31 Desember 2012 menggunankan aturan lama sesuai Kepmenpan 84/1993 , Sedang masa penilaian 1 Januari 2013 sampai dengan sekarang menggunakan aturan baru sesuai PermenegPAN RB No 16 tahun 2009


SUPRIJONO 
PENGAWAS TK/SD KEC. MLARAK . PONOROGO


BEBERAPA FILE YANG DIPERLUKAN SILAKAN DOWNLOAD DI BAWAH INI !
1.   DUPAK LAMA  
2.   DUPAK BARU
3.   TABEL DAN ATURAN ANGKA KREDIT LAMA
4.   TABEL ANGKA KREDIT BARU
5.   a. INSTRUMEN PK GURU PERMENEGPAN RB 16/2009 GOL 3-4
      b. INSTRUMEN PK GURU PERMENEGPAN RB 16/2009 GOL 2
6.   INSTRUMEN PKKS PERMENEGPAN RB 16/2009
7.   SK PBM, ANALISIS DAN PROGRAM PERBAIKAN PENGAYAAN
8.   PENGANTAR DUPAK
9.   INSTRUMEN PEMERIKSAAN BUKTI FISIK GURU
10. REKOMENDASI PENGAWAS
11. LABEL STOP MAP


Jumat, 29 Juli 2016

PENELAAHAN KURIKULUM TINGKAT SEKOLAH DASAR

 A.    Latar Belakang
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 ayat (1) menyatakan bahwa “Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional,” dan ayat (2) menyebutkan bahwa “Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik”. Pasal 38 ayat (2) menyatakan bahwa “Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan Provinsi untuk pendidikan menengah.
        Dalam rangka melaksanakan perundangan tersebut, telah diterbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang meliputi delapan standar, yaitu standar isi, standar kompetensi lulusan, standar proses, standar penilaian, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar tenaga kependidikan, dan standar pembiayaan. Pasal 17 (ayat 2) PP tersebut menyatakan bahwa “ Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk TK,SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK. Sejak keluarnya  PP. No. 19 Tahun 2005 secara resmi  penyusunan kurikulum menjadi tanggung jawab setiap satuan pendidikan (sekolah dan madrasah), dengan demikian tidak lagi dikenal istilah kurikulum nasional yang dulu menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

B.    TujuanPenyusunan Panduan Penelaahan Kurikulum Sekolah (KTSP) bertujuan untuk memberikan masukan ke Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam rangka melaksanakan tugas mereka mengendalikan mutu kurikulum yang disusun  oleh satuan pendidikan sebelum disahkan.

C.    Ruang Lingkup
Instrumen penelaahan kurikulum sekolah (KTSP) ini disusun dengan mengacu pada standar nasional pendidikan, terutama standar isi, SKL, standar proses, standar pengelolaan, dan standar penilaian serta panduan penyusunan KTSP dari BSNP.

D.    Sasaran Pengguna
Panduan penelaahan Kurikulum Sekolah (KTSP) ini ditujukan bagi Satuan Pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten/Kota  serta Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah agar memiliki persepsi yang sama dalam menelaah kurikulum sekolah.

CONTOH DOKUMEN 1 KURIKULUM 2013 UNTUK SDN MLARAK, BAJANG 1 DAN SIWALAN 1 rev


UNTUK SDN GONTOR, SDN 1 BAJANG, SDN MLARAK DAN SISWALAN SILAKAN DOWNLOAD INI  !
KI DAN KD K.13 EDISI REVISI 2016

SILABUS TEMATIK K-13 REV 2016

SK DAN KD KTSP 2006

ALUR REVIEW DOKUMEN 1 KTSP
  1. PEMBENTUKAN TIM PENELAAH/PENGEMBANG DI SD
  2. RAPAT PENELAAHAN DAN PENGEMBAGAN KUR.- PENGISIAN INSTRUMEN ANALISIS/PENELAAHAN DOKUMEN 1 (MEMBUAT BERITA ACARA)
  3. MENYUSUN DRAF
  4. DISAHKAN TIM 
  5. MEMBUAT (MENCETAK) DOKUMEN 1 JADI
  6. VERIFIKASI
  7. PENGESAHAN
  8. DIKEMBALIKAN KE SEKOLAH
  9. DIJILID WARNA HIJAU MUDA
  10. DIGUNAKAN DI SEKOLAH


INI CONTOH INSTRUMEN YANG TELAH DIISI HASIL REVIEW TIM DAN PENGAWAS TK/SD !



SILAKAN DOWNLOAD FILE-FILE DI BAWAH INI !

KALENDER PENDIDIKAN 2016-2017. EXCEL REV
1. SK TIM REVIEW KTSP SD.rev
2. INSTRUMEN ANALISIS-REVIEW DOKUMEN 1 KTSP SD
3. INSTRUMEN ANALISIS-REVIEW DOKUMEN 2 KTSP (SILABUS) SD
4. INSTRUMEN ANALISIS-REVIEW DOKUMEN 2 KTSP (RPP) SD
5. BERITA ACARA REVIEW KTSP SD rev
6. DAFTAR HADIR TIM REVIEW KTSP SD.rev
7. COVER KTSP SD.rev
8. LEMBAR VALIDASI DAN REKOMENDASI KTSP SD.rev
9. LEMBAR PEMBERLAKUAN PENGESAHAN KTSP SD.tev
10. TIM PENGEMBANG-PENELAAH KTSP SD.rev
KALENDER PENDIDIKAN 2016/2017 MS. WORD REV.

LAIN LAIN

CONTOH DOKUMEN 1 KTSP rev

CONTOH RKTS VERSI 1
CONTOH RKTS VERSI 2
CONTOH RKJM
CONTOH RENCANA KERJA KEPALA SEKOLAH
CONTOH FORMAT PEMETAAN KD DAN PENGHITUNGAN KKM rev
CONTOH PERATURAN AKADEMIK 



UNTUK KURIKULUM 2006 SILAKAN DOWLOAD INI !

KI DAN KD KURIKULUM 2006 (KTSP 2006)

Kamis, 28 Juli 2016

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 KELAS 1 DAN IV SDN GONTOR DAN DAN (SDN1 BAJANG, SDN MLARAK, SDN 1 SIWALAN)

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dengan kata lain, kurikulum merupakan salah satu alat untuk menyiapkan peserta didik agar berkecakapan hidup sesuai dengan kondisi kehidupannya saat ini dan masa depan. Masa depan merupakan rentang waktu bagi peserta didik yang belajar pada masa kini dan untuk hidup berkelanjutan (sustainable) dengan segala tantangan abad ke-21. Kurikulum sebagai jantung pendidikan memiliki posisi strategis mulai dari ide, desain, dokumen, dan implementasinya. Pendidikan itu sendiri merupakan investasi esensial jangka panjang.
    Perbaikan kurikulum 2013 berlandaskan pada kebijakan Landasan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang tertuang dalam PermendikbudNomor 160 tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013. Pelaksanaan perbaikannya juga atas dasar masukan dari berbagai lapisan publik (masyarakat sipil, asosiasi profesi, perguruan tinggi, dunia persekolahan) terhadap ide, dokumen, dan implementasi kurikulum yang diperoleh melalui monitoring dan evaluasi dari berbagai media. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi  serta masukan publik tersebut, terdapat beberapa masukan umum,antara lain adanya pemahaman yang kurangtepat oleh masyarakat yang diakibatkanoleh format penyajian dan nomenklatur dalam Kurikulum 2013:
(1)     Kompetensi Dasar (KD)  pada Kompetensi Inti 1 (KI-1) dan KD pada KI-2 yang dianggap kurang logis dikaitkan dengan    
         karakteristik mata pelajaran;
(2)     terindikasi adanya inkonsistensi antara KD dalam silabus dan buku teks (baik lingkup materi maupun urutannya);
(3)     belum ada pernyataan eksplisit dalam dokumen kurikulum tentang perlunya peserta didik lebih melek teknologi;
(4)     format penilaian dianggap terlalu rumit dan perlu penyederhanaan;
(5)     penegasan kembali pengertian pembelajaran saintifik yang bukan satu-satunya pendekatan dalam proses pembelajaran di kelas;
(6)     penyelerasan dan perbaikan teknis buku teks pelajaran agar mudah dipelajari oleh peserta didik.

Masukan publik terhadap ide kurikulum mengindikasikan perlunya penegasan kembali bahwa secara keseluruhan Kurikulum 2013 harus mewujudkan empat pilar belajar dari UNESCO, yaitu :
1.    learning to know,
2.    learning to do,
3.    learning to live together with harmony dan
4.    learning to be.
Selain itu, kurikulum juga harus mendorong tercapainya perilaku positif dan pencegahan radikalisme.Tentu saja harus tetap dalam konteks tujuan pendidikan menurut sistem Pendidikan Nasional menurut Pasal 31 ayat (3) dan Pasal 3 UU 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Teman-teman peserta Diklat Implementasi Kurikulum 2013 Kelas IV di SD Negeri 1 Mangku Jayan silakan download beberapa file yang mungkin berguna bagi bapak/ibu sekalian.!



1.    KI DAN KD_SD-MI.7z
2.    SILABUS TEMATIK DAN MAPEL SD.7z
3.    BK PANDUAN-PENILAIAN-UNTUK-SEKOLAH-DASAR-SD 2016  MS. WORD (Repaired).7z
4.    PERMENDIKBUD K-13.7z
5.    LANGKAH-LANGKAH PEMETAAN KD.7z

Senin, 25 Juli 2016

PENELAAHAN KURIKULUM TINGKAT TAMAN-KANAK-KANAK

A.    Latar Belakang
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 ayat (1) menyatakan bahwa “Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional,” dan ayat (2) menyebutkan bahwa “Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik”. Pasal 38 ayat (2) menyatakan bahwa “Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan Provinsi untuk pendidikan menengah. 
        Dalam rangka melaksanakan perundangan tersebut, telah diterbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang meliputi delapan standar, yaitu standar isi, standar kompetensi lulusan, standar proses, standar penilaian, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar tenaga kependidikan, dan standar pembiayaan. Pasal 17 (ayat 2) PP tersebut menyatakan bahwa “ Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk TK,SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK. Sejak keluarnya  PP. No. 19 Tahun 2005 secara resmi  penyusunan kurikulum menjadi tanggung jawab setiap satuan pendidikan (sekolah dan madrasah), dengan demikian tidak lagi dikenal istilah kurikulum nasional yang dulu menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

B.    Tujuan
Penyusunan Panduan Penelaahan Kurikulum Sekolah (KTSP) bertujuan untuk memberikan masukan ke Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam rangka melaksanakan tugas mereka mengendalikan mutu kurikulum yang disusun  oleh satuan pendidikan sebelum disahkan.

C.    Ruang Lingkup
Instrumen penelaahan kurikulum sekolah (KTSP) ini disusun dengan mengacu pada standar nasional pendidikan, terutama standar isi, SKL, standar proses, standar pengelolaan, dan standar penilaian serta panduan penyusunan KTSP dari BSNP.

D.    Sasaran Pengguna
Panduan penelaahan Kurikulum Sekolah (KTSP) ini ditujukan bagi Satuan Pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten/Kota  serta Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah agar memiliki persepsi yang sama dalam menelaah kurikulum sekolah.


SILAKAN DOWNLOAD FILE-FILE DI BAWAH INI !

KALENDER PENDIDIKAN 2016-2017 MS. EXCEL
KALENDER PENDIDIKAN 2016-2017 MS. WORD REV.

1. SK TIM REVIEW KTSP TK
2. INSTRUMEN ANALISIS-REVIEW DOKUMEN 1 KTSP TK
3. INSTRUMEN ANALISIS-REVIEW DOKUMEN 2 KTSP (SILABUS) TK
4. INSTRUMEN ANALISIS-REVIEW DOKUMEN 2 KTSP (RPPH-RPPM) TK
5. BERITA ACARA REVIEW KTSP TK
6. DAFTAR HADIR TIM REVIEW KTSP TK
7. COVER KTSP TK
8. LEMBAR PEMBERLAKUAN PENGESAHAN KTSP TK
9. TIM PENGEMBANG-PENELAAH KTSP TK
10. LEMBAR VALIDASI DAN REKOMENDASI KTSP TK

Minggu, 17 Juli 2016

Hari Pertama Masuk Sekolah


JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menerbitkan surat edaran untuk para kepala daerah. Isinya berkaitan denga hari pertama tahun ajaran baru 2016-2017 pada Senin (18/7).

Dalam surat edaran yang diterbitkan pada 11 Juli 2016 itu Anies meminta gubernur, bupati dan wali kota agar memberi dispensasi kepada aparatur sipil negara  (ASN) yang hendak mengantar anak-anak mereka pada hari pertama ajaran baru. Anies juga mengharapkan kepada perusahaan swasta agar memberi dispensasi kepada para karyawan mereka demi hal serupa.

Bahkan Anies sudah menerbitkan surat permohonan ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi. Isinya adalah permohonan dispensasi bagi ASN agar bisa mengantar anak-anak mereka berangkat ke sekolah pada hari pertama tahun ajaran baru.

"Saya memang mengirimkan surat kepada MenPAN-RB agar memberikan izin untuk selu‎ruh ASN. Karena hari pertama sekolah ini sangat penting untuk merekatkan orangtua, siswa, dan guru," kata Anies, Rabu (13/7).

Anies dalam suratnya ke Yuddy menjelaskan, hari pertama masuk sekolah merupakan momentum bagi orang tua, siswa dan sekolah untuk membangun interaksi dalam ekosistem pendidikan. “Aktivitas mengantar anak ke sekolah di hari pertama penting untuk melakukan revolusi mental para pelaku pendidikan khususnya orang tua untuk terlibat aktif dalam pendidikan anak sekolah,” tulisnya.

Namun, Karo Hukum Komunikasi Informasi Publik KemenPAN-RB Herman Suryatman, ‎menyatakan pihaknya belum menerima surat Mendikbud itu.
"Kami belum menerima surat tersebut,” ujarnya.

Namun, Herman mengakui bahwa hari pertama masuk sekolah memang penting bagi anak-anak. Karenanya wajar bila Mendikbud menginginkan seluruh orang tua mengantarkan anak-anak mereka memasuki tahun ajaran baru.

Untuk itu pula Herman menjanjikan akan segera merespons surat Mendikbud. “Kalau sudah diterima pasti langsung direspon," pungkasnya.(esy/jpnn)‎

Sumber :: http://www.jpnn.com/read/2016/07/14/453676/Yuk-Antar-Anak-ke-Sekolah-saat-Hari-Pertama-Tahun-Ajaran-Baru-


Lirik Lagu Hari Pertama Masuk Sekolah


Penyanyi   : anonim
Judul lagu : Lagu Hari Pertama Masuk Sekolah - Ayo Sekolah
Pencipta    : -
Album      : Lagu Anak





 Hari Pertama Masuk Sekolah Lirik

    Hari ini hari pertamaku
    Hari Pertama ke Sekolah
    Senangnya hatiku diantar ayah ibu
    Pergi berangkat ke Sekolah
    Senangnya hatiku bertemu teman baru
    guru baru tentulah ramah
    Ayo ke Sekolah
    Ayo ke Sekolah


Lagu Hari Pertama Masuk Sekolah DOWNLOAD VIDEO INI !


FORMAT -FORMAT  YANG DIPERLUKAN DI SEKOLAH SILAKAN DOWNLOAD DI SINI !

- SURAT PENDAFTARAN SISWA BARU
- S-2 DAFTAR CALON SISWA BARU
- S-3 DAFTAR SISWA BARU
- EDARAN PERSIAPAN TAHUN PELAJARAN BARU DAN PERMENDIKBUD

Rabu, 29 Juni 2016

PELATIHAN IMPLEMENTASI K13 TAHUN 2016 DI SDN 1 MANGKUJAYAN PONOROGO



    Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dengan kata lain, kurikulum merupakan salah satu alat untuk menyiapkan peserta didik agar berkecakapan hidup sesuai dengan kondisi kehidupannya saat ini dan masa depan. Masa depan merupakan rentang waktu bagi peserta didik yang belajar pada masa kini dan untuk hidup berkelanjutan (sustainable) dengan segala tantangan abad ke-21. Kurikulum sebagai jantung pendidikan memiliki posisi strategis mulai dari ide, desain, dokumen, dan implementasinya. Pendidikan itu sendiri merupakan investasi esensial jangka panjang.
    Perbaikan kurikulum 2013 berlandaskan pada kebijakan Landasan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang tertuang dalam PermendikbudNomor 160 tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013. Pelaksanaan perbaikannya juga atas dasar masukan dari berbagai lapisan publik (masyarakat sipil, asosiasi profesi, perguruan tinggi, dunia persekolahan) terhadap ide, dokumen, dan implementasi kurikulum yang diperoleh melalui monitoring dan evaluasi dari berbagai media. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi  serta masukan publik tersebut, terdapat beberapa masukan umum,antara lain adanya pemahaman yang kurangtepat oleh masyarakat yang diakibatkanoleh format penyajian dan nomenklatur dalam Kurikulum 2013:
(1)     Kompetensi Dasar (KD)  pada Kompetensi Inti 1 (KI-1) dan KD pada KI-2 yang dianggap kurang logis dikaitkan dengan    
         karakteristik mata pelajaran;
(2)     terindikasi adanya inkonsistensi antara KD dalam silabus dan buku teks (baik lingkup materi maupun urutannya);
(3)     belum ada pernyataan eksplisit dalam dokumen kurikulum tentang perlunya peserta didik lebih melek teknologi;
(4)     format penilaian dianggap terlalu rumit dan perlu penyederhanaan;
(5)     penegasan kembali pengertian pembelajaran saintifik yang bukan satu-satunya pendekatan dalam proses pembelajaran di kelas;
(6)     penyelerasan dan perbaikan teknis buku teks pelajaran agar mudah dipelajari oleh peserta didik.

Masukan publik terhadap ide kurikulum mengindikasikan perlunya penegasan kembali bahwa secara keseluruhan Kurikulum 2013 harus mewujudkan empat pilar belajar dari UNESCO, yaitu :
1.    learning to know,
2.    learning to do,
3.    learning to live together with harmony dan
4.    learning to be.
Selain itu, kurikulum juga harus mendorong tercapainya perilaku positif dan pencegahan radikalisme.Tentu saja harus tetap dalam konteks tujuan pendidikan menurut sistem Pendidikan Nasional menurut Pasal 31 ayat (3) dan Pasal 3 UU 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Teman-teman peserta Diklat Implementasi Kurikulum 2013 Kelas IV di SD Negeri 1 Mangku Jayan silakan download beberapa file yang mungkin berguna bagi bapak/ibu sekalian.!


Pakdhe Prie


INI LHO LASIL KERJA TEMAN-TEMAN TENTANG PENYUSUNAN RPP,PEMETAAN KD, PROMES DAN PROTA KURIKULUM 2013 !
SILAKAN DI UNDUH PADA LINK DI BAWAH INI !   

SETELAH FILE DI DOWNLOAD SILAKAN EKSTRAK FILE SEPERTI TAYANGAN INI !   



1.    KI DAN KD_SD-MI.7z
2.    SILABUS TEMATIK DAN MAPEL SD.7z
3.    BK PANDUAN-PENILAIAN-UNTUK-SEKOLAH-DASAR-SD 2016  MS. WORD (Repaired).7z
4.    PERMENDIKBUD K-13.7z
5.    LANGKAH-LANGKAH PEMETAAN KD.7z

DOKOMEN LAIN YANG MUNGKIN BAPAK/IBU PERLUKAN SILAKAN DI DOWNLOAD DI SINI ! 

6.    DATA PESERTA DIKLAT K-2013 TH 2016 KELAS IV/E DI SDN 1 MANGKUJAYAN.7z
7.    PEMETAAN KD KLAS 4
8.    PDF PASSWORD REMOVER 3.0.7z

Untuk Membuka file di atas jika tidak dapat dibuka dengan WINRAR silakan menggunakan program ini !

1. 7zip 32bit untuk windows 32bit
2. 7zip 64bit untuk windows 64bit



INILAH TEMAN-TEMANKU PESERTA PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
KELAS IV/E YANG KECE-KECE !






 Mr. Supriyanto, S.Pd.SD  Instruktur sedang membimbing peserta
 Good morning, selamat berjumpa kembali dengan siaran radio Ngrayun FM 
yang dipancarkan melalui gelombang 2016 Mhz
Pagi hari ini bersama nara sumber melalui dialog interaktif 
akan mengupas tuntas tentang Implementasi Kurikurulum 2013 di Kabupaten Ponorogo
Dialog ineteraktif PPDB di Radio Pendidikan Gelombang 303044 FM
 Sylvester Stallone sedang menyaksikan ruang Siaran Radio K-13
Ketua kelas sedang mengivetarisir LK yang dibuat peserta
 Di Radio "Ki Hajar Dewantara  FM" Para Pakar Pendidikan 
Kelas IVE menyampaikan pandangan tentang perlunya pengembangan kurikulum di negeri ini
Para peserta aktif dan semangat '45 sedang menyusun RPP dan Instrumen Penilaian
Ketua kelasku Pak Jadi sedang menyusun Pemetaan KD
Meskipun puasa aku tetap SEMANGAT !
 Instruktur dengan telaten membimbing peserta Diklat
Para siswa asyik kerja kelompok dibimbing Ibu Guru
Selamat pagi anak-anakku, kita pagi ini akan membahas sifat-sifat cahaya
Tolong Perhatikan tayangan LCD ini anak-anak !
 Ibu Eny sedang mengajar di kelas IVE dengan model pembelajaran
 STUDENT TEAMS- ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)
Pandangan jauh ke depan tentang pendidikan di Indonesia
Apalah jadinya bangsa kita nanti jika siswa-siswa kita tidak kreatif 
Ayo! semangat kita implentasikan K-13 !
Hallo anak-anak , selamat pagi, siapa yang tidak masuk hari ini !
Tanya Bu Guru, apa besuk kita libur 1 bulan ?
Beginilah anak-anak cara membuktikan garis sejajar
Pak guru kita sedang membagikan kuiz pertanyaan pada kelompok
Oh my GOD my children crowded at all !
Guru sukses di depan kelas diantaranya menguasai komunikasi (gerak dan suara)
Anak-anak sudah siang, waktunya pembelajaran kita akhiri !
Ibu guru senior tersenyum bangga melihat hasil kerja kelompok sangat baik
Ayo menyanyi anak-anakku, satu dikali satu sama dengan satu !
Dua dikali dua sama dengan empat 
empat dikali empat sama dengan ..........

Minggu, 19 Juni 2016

PEDOMAN PENGISIAN BLANGKO IJAZAH DAN SHUS SD/MI/SDLB TAHUN PELAJARAN 2015/2016

PEDOMAN PENGISIAN BLANGKO IJAZAH DAN SHUS SD/MI/SDLB
TAHUN PELAJARAN 2015/2016

A. PETUNJUK UMUM
1. Ijazah untuk SD, SDLB hanya diterbitkan oleh satuan pendidikan yang  sudah  diakreditasi  oleh  Badan  Akreditasi  Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M);
2. Terdapat tiga jenis Ijazah yaitu; Ijazah untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum 2006, Ijazah untuk sekolah yang menggunakan  2013,  dan  Ijazah  untuk  Satuan  Pendidikan
Kerjasama (SPK);
3. Perbedaan Ijazah antara Kurikulum 2006, Kurikulum 2013, maupun SPK terletak pada halaman belakang yaitu Daftar Nilai dan kode blangko yang terletak halaman muka halaman depan, contoh: DST....

SILAKAN DOWNLOAD FILE-FILE DI BAWAH INI ! PEDOMAN PENULISAN IJAZAH DAN SHUS SD TAHUN 2016 CONTOH PENULISAN IJAZAH SD 2016
SHUS SD 2016

CONTOH PENULISAN SHUS SD 2016  
SK KS TTG PENETAPAN KELULUSAN 2016.doc  
SK KRITERIA KELULUSAN 2016 REV.doc
PERINGKAT UJIAN SEKOLAH 2016.xls  
DKHUN SDN .................(segera diemailkan ke uptdmlarak@gmail.com).xls 
Register Penerimaan Ijazah 
DAFTAR KOLEKTIF NILAI SEKOLAH  SDN ....... 2016

Test Footer 2

Label 6

Label 4

Blue Choclote

Pink Rolls Choclate

label 7

Blogger news